Minggu, 27 September 2009

ini tentang Cinta;

ini tentang cinta,
yang menetes di kelopak mata, entah milik siapa...
pendar kilaunya ciptakan gambaran wajah bocah menangis,
di depan tumpukan sampah, sementara ibunya meringis tersandar di tumpukan kardus,
dari koreng di kakinya tercium aroma menyengat....
lalat lalat menciuminya hangat;

ini tentang cinta,
yang menetes di kelopak mata, entah milik siapa...
gemericiknya senada dengan jeritan gadis abnormal
yang tega diperkosa oleh pemuda bejad moral...
yang berdalih sistem masyarakatnya-lah yang mengajarkan padanya;

ini tentang cinta,
yang menetes di kelopak mata, entah milik siapa...
yang terus memaksa untuk bercerita, tentang canda dan tawa dalam sebuah pesta kita,
juga erangan ibu dengan 3 anak balitanya... meregang nyawa sesaat setelah menelan sebungkus nasi basi.

bercerita tentang harga diri yang raib terampas oleh ambisi berkuasa,
bercerita tentang harga diri yang lenyap terhapus silaunya harta dunia...
bercerita tentang kita, dunia dan air mata....

ini tentang cinta,
yang menetes di lubuk jiwa,
berbisik persis di dekat telinga nurani kita....
akrab sangat akrab.. dekat sangat dekat...
namun justru kita yang sering anggap ia tiada;

2 komentar:

Hujan Bercanda

Hujan bercanda pada mimpi di ruang benak bahwa waktu telah sempurna ubah kita demikian dekat dan hangat menjadi kering dan sepi ukuran angka...