Sinar lampu tusuk mata
Yang terdengar suara berat
Interogasi diri.
Jangan main main... ini sidang nurani
Jari telunjuk persis mengarah ke dahi....
Merasa idealis kenyataannya tidak...
Dusta tapi sopan.
Kau tahu kenapa?
Itu karena sebenarnya kau bukan orang baik baik.
Lalu senyap.
Sorot lampu masih menusuk mata
Kornea lelah mengerjap... air mata mulai mengering.
Suaranya masih berat, seperti peti penuh isi... terseret.
... namun mulai lebih lembut.
Aku tak ingin memenjarakanmu,
Aku hanya khawatir.
Dengan mata yang kerontang itu ia kembali terisak.
karena kata adalah awal dunia; butuh ruang untuk memelihara "kata" sejak ada di "pikiran", "lisan", bahkan "tulisan".
Jumat, 22 Mei 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Makasih mas Rahman Hakim telah memandu acara dengan asyik, juga kak Edmalia Rohmani dan mas Dhimas Wisnu Mahendra yang membedah buku Apakah ...
-
Mereka, para Shahabat Rosulillah itu membaca "Ayat-ayat Allah" dan juga sabda Rosulullah SAW, tidak sekedar sebagai "pesan...
-
"Jika benar kau pemerhati hal-hal sederhana, maka apa yang paling tercatat di mula pertemuan kita dulu?" Mungkin jawabannya adalah...
-
Buku MADILOG, Materialisme, Dialektika dan Logika adalah buku karya Tan Malaka yang kaya. Berisi banyak pengetahuan. Tak kebayang buku ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar