aku sepi sangat sepi
hiruk pikuk itu tiba tiba sirna
di tengah kerumunan namun hanya aku
seperti ada mata besar itu menatap tajam hanya ke arahku
aku takut sangat takut
bahkan untuk angkat dagu pun tak sanggup
tatapan itu menelanjangi
semua dusta terpampang
semua rahsia tersiarkan
semua intrik itu detail tergambar
aku malu sangat malu
mata itu melihat semua
purna nyali
lumpuh
aku terus menunduk dan meratap ratap
merapal rapal doa yang masih aku hapal.
Halte BNN, 22032018
Poetoe
karena kata adalah awal dunia; butuh ruang untuk memelihara "kata" sejak ada di "pikiran", "lisan", bahkan "tulisan".
Sabtu, 14 April 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Makasih mas Rahman Hakim telah memandu acara dengan asyik, juga kak Edmalia Rohmani dan mas Dhimas Wisnu Mahendra yang membedah buku Apakah ...
-
Mereka, para Shahabat Rosulillah itu membaca "Ayat-ayat Allah" dan juga sabda Rosulullah SAW, tidak sekedar sebagai "pesan...
-
"Jika benar kau pemerhati hal-hal sederhana, maka apa yang paling tercatat di mula pertemuan kita dulu?" Mungkin jawabannya adalah...
-
Buku MADILOG, Materialisme, Dialektika dan Logika adalah buku karya Tan Malaka yang kaya. Berisi banyak pengetahuan. Tak kebayang buku ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar