Terasing itu tak saling kenal
Berjarak
Dan mungkinkah berjarak itu bisa bersama gubah satu komposisi?
Bermainlah kau dengan iramamu, nada yang meliuk tajam...
Senyum namun juga air mata,
nyanyian namun sebenarnya tangisan.
Luka yang kau paksa enyahkan.
Dan aku tetap di sudut,
dalam nada rendah, menjaga birama.
Sesekali salah, dan kau bergegas menoleh
melototiku.
Walau pernah terjerembab dalam kubangan yang sama, kita tetap saling jaga irama.
Demi komposisi lagu ini. Lagu panjang ķehidupan
yang kelak terhenti oleh mati.
Bekasi, 30/05/2016
Poetoe
karena kata adalah awal dunia; butuh ruang untuk memelihara "kata" sejak ada di "pikiran", "lisan", bahkan "tulisan".
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Makasih mas Rahman Hakim telah memandu acara dengan asyik, juga kak Edmalia Rohmani dan mas Dhimas Wisnu Mahendra yang membedah buku Apakah ...
-
Mereka, para Shahabat Rosulillah itu membaca "Ayat-ayat Allah" dan juga sabda Rosulullah SAW, tidak sekedar sebagai "pesan...
-
"Jika benar kau pemerhati hal-hal sederhana, maka apa yang paling tercatat di mula pertemuan kita dulu?" Mungkin jawabannya adalah...
-
Buku MADILOG, Materialisme, Dialektika dan Logika adalah buku karya Tan Malaka yang kaya. Berisi banyak pengetahuan. Tak kebayang buku ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar