Rabu, 08 April 2015

tertawakan dunia

Aku nemu puisi lama... zaman masih bujangan.

Daripada mati, lalu dunia mentertawakannya....
aku pilih hidup. Walau entah....
aku harus mengemis padamu
lewat iba atau paksa.
Aku tertawa.

Dan dunia mengadu,
berkeluh pada waktu, dan meminta padanya agar cepat-cepat pilih aku untuk disantap.
Dan aku tertawa!
Tetap tertawa.
Tertawakan hidup
Tertawakan dunia yang mengerang, enggan aku keloni.

Indonesia, Oktober 1998

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makasih mas Rahman Hakim telah memandu acara dengan asyik, juga kak Edmalia Rohmani dan mas Dhimas Wisnu Mahendra yang membedah buku Apakah ...