Aku nemu puisi lama... zaman masih bujangan.
Daripada mati, lalu dunia mentertawakannya....
aku pilih hidup. Walau entah....
aku harus mengemis padamu
lewat iba atau paksa.
Aku tertawa.
Dan dunia mengadu,
berkeluh pada waktu, dan meminta padanya agar cepat-cepat pilih aku untuk disantap.
Dan aku tertawa!
Tetap tertawa.
Tertawakan hidup
Tertawakan dunia yang mengerang, enggan aku keloni.
Indonesia, Oktober 1998
karena kata adalah awal dunia; butuh ruang untuk memelihara "kata" sejak ada di "pikiran", "lisan", bahkan "tulisan".
Rabu, 08 April 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Makasih mas Rahman Hakim telah memandu acara dengan asyik, juga kak Edmalia Rohmani dan mas Dhimas Wisnu Mahendra yang membedah buku Apakah ...
-
Mereka, para Shahabat Rosulillah itu membaca "Ayat-ayat Allah" dan juga sabda Rosulullah SAW, tidak sekedar sebagai "pesan...
-
"Jika benar kau pemerhati hal-hal sederhana, maka apa yang paling tercatat di mula pertemuan kita dulu?" Mungkin jawabannya adalah...
-
Buku MADILOG, Materialisme, Dialektika dan Logika adalah buku karya Tan Malaka yang kaya. Berisi banyak pengetahuan. Tak kebayang buku ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar