Paradoks.
Matahari terang di luar sana
sedang hati menggelap dalam murung di sini.
Ada air mata,
Tapi enggan jika disebut ini kesedihan
Ini hanya diam yang panjang
Jika air telaga terusik dan mengeruh
Kita butuh sesaat saja
Mungkin juga bersaat-saat
Dalam diam yang pekat
Memberi ruang lumpur yang terangkat kembali mengendap.....
Paradoks.
Saat coba lupakan justru semua kenangan terangkat kembali....
Seperti juga ketika coba mengingat sesuatu, justru bangunan kenangan itu yang runtuh perlahan.
Paradoks.
Saat akal sehat coba mengambil peranan,
Justru tersadar betapa pentingnya rasa
Dalam setiap pengambilan putusan.
Begitupun saat ingin libatkan banyak rasa dalam alasan berbenah ini,
Justru air mata yang banyak tumpah....
Kepedihan yang dominan.
Paradoks itu diam dalam keriangan
Remang dalam terang benderangnya siang
Remang karena kelopak mata tak sanggup
Tak sanggup simpan kepedihan.
.
Poetoe. 2015.
karena kata adalah awal dunia; butuh ruang untuk memelihara "kata" sejak ada di "pikiran", "lisan", bahkan "tulisan".
Kamis, 16 Juli 2015
Minggu, 05 Juli 2015
kupu-kupu senja
Apakah kupu kupu beterbangan dari aroma satu ke aroma yang lain? Ia membaca peta dari wewangian. Alangkah indah jika sesekali menyerupainya.
Sebuah perjalanan tugas dari keindahan ke keindahan. Syaratnya tentu tak boleh jejakkan jelaga di sana. tak boleh ada wajah sendu dan tanpa semangat. Harus penuh senyum dan tatapan cinta.
Seperti senja yang beruntun kuberi makna. Ketakutan berjarak membuat dekat lebih hangat. Setiap detik aku eja perlahan, agar kualitas melibaskan jumlah. Semua indahmu aku simpan seolah kupu-kupu yang rahap menyesap madu. Lalu ada tanya, yang membuat kita harus saling tatap. Sayap mengerjap sesaat lalu beterbangan.
Poetoe (juli 2015)
Sebuah perjalanan tugas dari keindahan ke keindahan. Syaratnya tentu tak boleh jejakkan jelaga di sana. tak boleh ada wajah sendu dan tanpa semangat. Harus penuh senyum dan tatapan cinta.
Seperti senja yang beruntun kuberi makna. Ketakutan berjarak membuat dekat lebih hangat. Setiap detik aku eja perlahan, agar kualitas melibaskan jumlah. Semua indahmu aku simpan seolah kupu-kupu yang rahap menyesap madu. Lalu ada tanya, yang membuat kita harus saling tatap. Sayap mengerjap sesaat lalu beterbangan.
Poetoe (juli 2015)
Metamorfosa
Jika proses metamorfosa ulat menjadi kupu-kupu harus menjadi kepompong, maka puasa ramadhan adalah kepompong itu.
Dan pada saat proses kepompong itu ulat diam dalam waktu lama, tak makan tak minum menekan hasrat duniawi sekuat mungkin. Hingga air liurnya mengering menjadi tabir yang kuat menutupi sekujur tubuhnya.
Demikian halnya kita, semestinya memberikan lebih banyak waktu untuk diam dan berbincang terhadap diri. Mengaduk aduk sejarah dosa masa lalu, memilah-milahnya, untuk membaca setiap dosa itu menjadi lebih jelas klasifikasinya, hingga akhirnya kita bisa temukan motivasi dan cara yang tepat untuk meninggalkannya. Juga menemukan kebaikan-kebaikan lain yang bisa menggantikan kekeliruan masa lalu kita.
Asyhadu allaa ilaha illalloh.
Astaghfirulloh
Asalukal jannata wa a'udzubika minannaar.
Allohuma innaka affuun tuhibbul afwa fa'fuanniy.
Poetoe, 18 Ramadhan 1436H.
Dan pada saat proses kepompong itu ulat diam dalam waktu lama, tak makan tak minum menekan hasrat duniawi sekuat mungkin. Hingga air liurnya mengering menjadi tabir yang kuat menutupi sekujur tubuhnya.
Demikian halnya kita, semestinya memberikan lebih banyak waktu untuk diam dan berbincang terhadap diri. Mengaduk aduk sejarah dosa masa lalu, memilah-milahnya, untuk membaca setiap dosa itu menjadi lebih jelas klasifikasinya, hingga akhirnya kita bisa temukan motivasi dan cara yang tepat untuk meninggalkannya. Juga menemukan kebaikan-kebaikan lain yang bisa menggantikan kekeliruan masa lalu kita.
Asyhadu allaa ilaha illalloh.
Astaghfirulloh
Asalukal jannata wa a'udzubika minannaar.
Allohuma innaka affuun tuhibbul afwa fa'fuanniy.
Poetoe, 18 Ramadhan 1436H.
Istighfar itu solusi
Kenapa istighfar menjadi solusi? Ternyata kekuatan mohon ampun atas kesalahan itu memang luar biasa.
Dalam istighfar terkandung pengakuan atas kesalahan diri. Jadi tak cepat salahkan orang lain.
Karena cepat salahkan orang lain itu berbahaya. Butakan mata hati untuk berbenah diri. Sibuk congkel aib orang.
Walau kadang cepat salahkan orang ini bersembunyi pada dalih mengkoreksi, sikap kritis. Memang batasnya tipis. Hati yang lebih tahu.
Mungkin SOP mengkritik itu kalau sudah serius evaluasi diri dulu. Jadi kritik terasa berkualitas, bukan sekedar sangka saja.
Paling nyaman memang perbanyak istighfar, ulang-ulang permohonan ampun ini. Biarkan hati menikmati guyuran rasa bersalah itu.
Menunduklah hati sedalam dalamnya, jika lalu jiwa melompat ke arah yang lebih baik itu pastikan pijakan hati bersih itu memadai.
Jelang 10 hari terakhir, perbanyak istighfar. Semoga kita beroleh ampunan dariNya, hingga tak celaka kita di bulan suci ini.
Aamiin.
Poetoe, 19 Ramadhan 1436 H.
Dalam istighfar terkandung pengakuan atas kesalahan diri. Jadi tak cepat salahkan orang lain.
Karena cepat salahkan orang lain itu berbahaya. Butakan mata hati untuk berbenah diri. Sibuk congkel aib orang.
Walau kadang cepat salahkan orang ini bersembunyi pada dalih mengkoreksi, sikap kritis. Memang batasnya tipis. Hati yang lebih tahu.
Mungkin SOP mengkritik itu kalau sudah serius evaluasi diri dulu. Jadi kritik terasa berkualitas, bukan sekedar sangka saja.
Paling nyaman memang perbanyak istighfar, ulang-ulang permohonan ampun ini. Biarkan hati menikmati guyuran rasa bersalah itu.
Menunduklah hati sedalam dalamnya, jika lalu jiwa melompat ke arah yang lebih baik itu pastikan pijakan hati bersih itu memadai.
Jelang 10 hari terakhir, perbanyak istighfar. Semoga kita beroleh ampunan dariNya, hingga tak celaka kita di bulan suci ini.
Aamiin.
Poetoe, 19 Ramadhan 1436 H.
Selasa, 30 Juni 2015
Laa Tahzan
Mungkinkah hidup itu perjuangan kita untuk menghindari kesedihan?
Bukankah Dia melarang kita bersedih, dengan firmanNya Laa tahzan innalloha ma'anaa?
Karenanya waktu yang kita jalani adalah ritual mengumpulkan mozaik kebahagiaan di sepanjang jalan hidup. Serpihan senyuman, kelakar sederhana, tawa terbahak, puas, bangga, dan bahagia yang paripurna.
Sebaliknya, di sepanjang perjalanan itu kita hindari duri kesedihan, jelaga perih, percik sakit hati, kabut galau dan gundah gulana.
Seperti saat aku minta kau tak menangis, memintaku pun tak dengan kata. Hanya tatapan dekat pada kelopak mata. Berharap sayap kupu kupu itu mengerjap lalu tetesan air mata itu kau ubah jadi senyuman.
Poetoe. 2015
Bukankah Dia melarang kita bersedih, dengan firmanNya Laa tahzan innalloha ma'anaa?
Karenanya waktu yang kita jalani adalah ritual mengumpulkan mozaik kebahagiaan di sepanjang jalan hidup. Serpihan senyuman, kelakar sederhana, tawa terbahak, puas, bangga, dan bahagia yang paripurna.
Sebaliknya, di sepanjang perjalanan itu kita hindari duri kesedihan, jelaga perih, percik sakit hati, kabut galau dan gundah gulana.
Seperti saat aku minta kau tak menangis, memintaku pun tak dengan kata. Hanya tatapan dekat pada kelopak mata. Berharap sayap kupu kupu itu mengerjap lalu tetesan air mata itu kau ubah jadi senyuman.
Poetoe. 2015
Samar menjadi remang
Kehilangan fokus; mungkin karena sikap semenjana yang berlebihan....
Mengabaikan garis garis tajam itu.
Yang terbangun adalah samar.
Samar yang menyebar menjadi remang...
Mungkin yang kubutuhkan adalah sortasi.
Keberanian memilah
Memberi batas
...sedikit mengkategori.
Karena motif batik yang kau kenakan senja ini terlalu bias sebenarnya,
terselamatkan oleh garis wajahmu yang tajam.
Mungkin demikianlah aku seharusnya
Perlahan kembangkan keyakinan,
hingga tak lagi ada ruang untuk keraguan.
Chapter baru aku mulai,
Semenjana tak boleh tak berkesudahan....
Karena ada yang harus ada.
Kau tahu itu. Kau tahu itu.
Mengabaikan garis garis tajam itu.
Yang terbangun adalah samar.
Samar yang menyebar menjadi remang...
Mungkin yang kubutuhkan adalah sortasi.
Keberanian memilah
Memberi batas
...sedikit mengkategori.
Karena motif batik yang kau kenakan senja ini terlalu bias sebenarnya,
terselamatkan oleh garis wajahmu yang tajam.
Mungkin demikianlah aku seharusnya
Perlahan kembangkan keyakinan,
hingga tak lagi ada ruang untuk keraguan.
Chapter baru aku mulai,
Semenjana tak boleh tak berkesudahan....
Karena ada yang harus ada.
Kau tahu itu. Kau tahu itu.
Evaluasi Tengah Ramadhan 1436 H
Mencoba terapkan teoriku di awal Ramadhan kemarin,
1. Ilmu praktis, berfikir mikroskopik, detail. Target bekerja efisien dan efektif. Aku merasa masih gagal. Banyak tugas belum terselesaikan secara optimal.
2. Cara pandang strategik, berfikir lebih makro agar tepat arahkan mata panah tujuan. Ini juga masih mengkhawatirkan. Jelang usia 40 aku mengulang ulang kesalahan masa lampau.
3. Seni, agar cita rasa hidup ternikmati... itu pun rasanya belum berhasil, buktinya masih sering tertabrak badai stress.
Evaluasi hari ini, nilai raportku masih buruk. Untunglah terselamatkan oleh rehat yang berkualitas di ujung senja. Saat semesta bermain sejenak di telaga kekhawatiran. Walau sejuknya melukakan, namun perlahan tabir itu justru tersibak. Ternyata aku sedang memasuki bab baru dalam membacaimu.
Dalam jalanan gelap, aku butuh suluh dan lentera-Nya.
1. Ilmu praktis, berfikir mikroskopik, detail. Target bekerja efisien dan efektif. Aku merasa masih gagal. Banyak tugas belum terselesaikan secara optimal.
2. Cara pandang strategik, berfikir lebih makro agar tepat arahkan mata panah tujuan. Ini juga masih mengkhawatirkan. Jelang usia 40 aku mengulang ulang kesalahan masa lampau.
3. Seni, agar cita rasa hidup ternikmati... itu pun rasanya belum berhasil, buktinya masih sering tertabrak badai stress.
Evaluasi hari ini, nilai raportku masih buruk. Untunglah terselamatkan oleh rehat yang berkualitas di ujung senja. Saat semesta bermain sejenak di telaga kekhawatiran. Walau sejuknya melukakan, namun perlahan tabir itu justru tersibak. Ternyata aku sedang memasuki bab baru dalam membacaimu.
Dalam jalanan gelap, aku butuh suluh dan lentera-Nya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Makasih mas Rahman Hakim telah memandu acara dengan asyik, juga kak Edmalia Rohmani dan mas Dhimas Wisnu Mahendra yang membedah buku Apakah ...
-
Mereka, para Shahabat Rosulillah itu membaca "Ayat-ayat Allah" dan juga sabda Rosulullah SAW, tidak sekedar sebagai "pesan...
-
"Jika benar kau pemerhati hal-hal sederhana, maka apa yang paling tercatat di mula pertemuan kita dulu?" Mungkin jawabannya adalah...
-
Buku MADILOG, Materialisme, Dialektika dan Logika adalah buku karya Tan Malaka yang kaya. Berisi banyak pengetahuan. Tak kebayang buku ini...