Apakah kupu kupu beterbangan dari aroma satu ke aroma yang lain? Ia membaca peta dari wewangian. Alangkah indah jika sesekali menyerupainya.
Sebuah perjalanan tugas dari keindahan ke keindahan. Syaratnya tentu tak boleh jejakkan jelaga di sana. tak boleh ada wajah sendu dan tanpa semangat. Harus penuh senyum dan tatapan cinta.
Seperti senja yang beruntun kuberi makna. Ketakutan berjarak membuat dekat lebih hangat. Setiap detik aku eja perlahan, agar kualitas melibaskan jumlah. Semua indahmu aku simpan seolah kupu-kupu yang rahap menyesap madu. Lalu ada tanya, yang membuat kita harus saling tatap. Sayap mengerjap sesaat lalu beterbangan.
Poetoe (juli 2015)
karena kata adalah awal dunia; butuh ruang untuk memelihara "kata" sejak ada di "pikiran", "lisan", bahkan "tulisan".
Minggu, 05 Juli 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Makasih mas Rahman Hakim telah memandu acara dengan asyik, juga kak Edmalia Rohmani dan mas Dhimas Wisnu Mahendra yang membedah buku Apakah ...
-
Mereka, para Shahabat Rosulillah itu membaca "Ayat-ayat Allah" dan juga sabda Rosulullah SAW, tidak sekedar sebagai "pesan...
-
"Jika benar kau pemerhati hal-hal sederhana, maka apa yang paling tercatat di mula pertemuan kita dulu?" Mungkin jawabannya adalah...
-
Buku MADILOG, Materialisme, Dialektika dan Logika adalah buku karya Tan Malaka yang kaya. Berisi banyak pengetahuan. Tak kebayang buku ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar