Kegenitan dalam berpikir terkadang akan membawa kita pada kerumitan yang mungkin tak perlu. Dan rumit itu hanya melahirkan kelelahan. Mungkin itu nasehat yang cocok untukku. Agar jalani semua ini dengan lebih sederhana.
Seperti Kitaro yang mampu membuat komposisi musik yang indah dan megah dari sekedar tiupan pada rumah kerang. Sama kuat dan muatannya namun terkemas dalam simbol-simbol sederhana.
Demikian pula cinta tak harus tersampaikan dalam kata-kata indah pada bait puisi melainkan cukup dengan tatapan lekat, atau bahkan sekedar lirikan sekejap penuh makna.
karena kata adalah awal dunia; butuh ruang untuk memelihara "kata" sejak ada di "pikiran", "lisan", bahkan "tulisan".
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Makasih mas Rahman Hakim telah memandu acara dengan asyik, juga kak Edmalia Rohmani dan mas Dhimas Wisnu Mahendra yang membedah buku Apakah ...
-
Mereka, para Shahabat Rosulillah itu membaca "Ayat-ayat Allah" dan juga sabda Rosulullah SAW, tidak sekedar sebagai "pesan...
-
"Jika benar kau pemerhati hal-hal sederhana, maka apa yang paling tercatat di mula pertemuan kita dulu?" Mungkin jawabannya adalah...
-
Buku MADILOG, Materialisme, Dialektika dan Logika adalah buku karya Tan Malaka yang kaya. Berisi banyak pengetahuan. Tak kebayang buku ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar