musim badai, banyak sampan terhempas....
aku ingin sampan kita selamat;
karenanya ijinkan hari ini,
aku kembali mencintamu sebagai mana mula-mula kita bertemu,
hingga makin kokoh tautan ini.
ketika tatap mata sederhana menjadi luar biasa,
ketika senyuman bisa hentikan detik berdetak....
ayo, terus kita kayuh dayung ini,
lalui samaudra ini dengan hati terikat pasti
karena kata adalah awal dunia; butuh ruang untuk memelihara "kata" sejak ada di "pikiran", "lisan", bahkan "tulisan".
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Makasih mas Rahman Hakim telah memandu acara dengan asyik, juga kak Edmalia Rohmani dan mas Dhimas Wisnu Mahendra yang membedah buku Apakah ...
-
"Jika benar kau pemerhati hal-hal sederhana, maka apa yang paling tercatat di mula pertemuan kita dulu?" Mungkin jawabannya adalah...
-
Buku MADILOG, Materialisme, Dialektika dan Logika adalah buku karya Tan Malaka yang kaya. Berisi banyak pengetahuan. Tak kebayang buku ini...
mas, ni sang istri dah tau belum?
BalasHapusbagaimana klo puisi ini mas putu tulis di secarik kertas, setelah itu letakkan di meja deket sang istri tidur ato di tempat dimana ketika istri bangun bisa langsung melihat sambil dikasih mawar diatasnya...ehm....mungkin akan lebih merekah kembali cinta mas putu dan istri...karena cinta tak hanya sekedar dirasa, namun ia juga perlu terucap dengan kata dan perbuatan. (usul mas, maklum kalangan akdemisi....)
^_^
hahaha... udah tahu kok; kan dipublish dalam rangka agar dia tahu.
BalasHapususulnya keren tuh,
lain waktu aku tulis puisi baru, dan setanggkai bunga.
semoga cepet bisa praktekkan ilmu2nya. Amien...