aku hanya ingin melawan
namun suara serak ini mungkin tak terdengar
kebencian terlalu panas membakar
menjadi gelegak dalam dada,
ketenangan musnah
jadi tergegas
kepalan tangan terlalu renta
kering
patahnya taring
desah
aku hanya ingin melawan
walau hanya lewat tatapan.
MT Haryono, 16032018
Poetoe
karena kata adalah awal dunia; butuh ruang untuk memelihara "kata" sejak ada di "pikiran", "lisan", bahkan "tulisan".
Sabtu, 24 Maret 2018
Gerah
tak ada angin
hanya udara kering
di kepala penuh kata ingin
syair puisi pun jadi garing
benar kata kitab al hikam,
kita merdeka atas apa yang tak kita inginkan
kita budak atas apa yang kita inginkan.
saat berhasil robek tabir ingin
rasa bebas membuat jiwa tak tertebas
mata enggan terpejam
bahkan berkedip pun pantang
walau takut dan debar itu ditebar
laras pistol menempel di kening
tetap lawan.
takut sudah kisut,
terikat rapat di sudut gudang
berdiri di sini
mata menyala jalang
berbekal narasi ini
menanti mati penuh arti.
Bekasi, 11032018
Poetoe
hanya udara kering
di kepala penuh kata ingin
syair puisi pun jadi garing
benar kata kitab al hikam,
kita merdeka atas apa yang tak kita inginkan
kita budak atas apa yang kita inginkan.
saat berhasil robek tabir ingin
rasa bebas membuat jiwa tak tertebas
mata enggan terpejam
bahkan berkedip pun pantang
walau takut dan debar itu ditebar
laras pistol menempel di kening
tetap lawan.
takut sudah kisut,
terikat rapat di sudut gudang
berdiri di sini
mata menyala jalang
berbekal narasi ini
menanti mati penuh arti.
Bekasi, 11032018
Poetoe
jan
dunia sudah gila
atau kita yang gila
batas nalar diterabas
sekat norma disikat
jan wis ora ana pantes pantese
dunia digilai
atau kita justru yang nggilani
birama diterjang
garis marka diterjang
jan nekate nemen pisan.
Bekasi, 14032018
Poetoe
atau kita yang gila
batas nalar diterabas
sekat norma disikat
jan wis ora ana pantes pantese
dunia digilai
atau kita justru yang nggilani
birama diterjang
garis marka diterjang
jan nekate nemen pisan.
Bekasi, 14032018
Poetoe
rindu, ah.
surat yang kukirimkan, sudah sampaikah?
rindu ini virus
mencemari denyut nadi
lagu ini terhembus
beterbangan bak awan melodi
mencarimu.
surat yang kukirimkan, sudah sampaikah?
tanpamu aku tak terkendali
marah dan tak mau menyerah
melawan yang tak tepati janji
parang terhunus bersimbah darah
rindu ini teguk sendu
meredakan kecipak air
tenangkan telaga
kembali sunyi sepi.
ah.
surat yang kukirimkan, sudah sampaikah?
Subang, 11032018
Poetoe
rindu ini virus
mencemari denyut nadi
lagu ini terhembus
beterbangan bak awan melodi
mencarimu.
surat yang kukirimkan, sudah sampaikah?
tanpamu aku tak terkendali
marah dan tak mau menyerah
melawan yang tak tepati janji
parang terhunus bersimbah darah
rindu ini teguk sendu
meredakan kecipak air
tenangkan telaga
kembali sunyi sepi.
ah.
surat yang kukirimkan, sudah sampaikah?
Subang, 11032018
Poetoe
2018 lalu 2019. sama.
kerja yang tak rapi, berisiko kecelakaan kerja. disalahkan, tak terima. ini terjadi karena tenggat.
kenapa harus buru buru?
jawabnya karena batas masa memimpin.
kenapa harus di masa kepemimpinan ini?
ada yang salah mungkin, sehingga enggan terungkap jika gagal terpilih lagi.
solusi : harus menang.
kendala: tak punya cukup narasi untuk negeri
solusi : bodohi rakyat, agar imbang. sama sama bodoh.
kendala : muncul barisan pemikir, penyusun narasi perubahan di kafe kafe.
solusi : tangkap mereka
kendala : pakai dalil apa
solusi : tangkap saja dulu. jika tetap rewel, bunuh saja.
dor.
gelap.
Bekasi, 11032018
Poetoe
kenapa harus buru buru?
jawabnya karena batas masa memimpin.
kenapa harus di masa kepemimpinan ini?
ada yang salah mungkin, sehingga enggan terungkap jika gagal terpilih lagi.
solusi : harus menang.
kendala: tak punya cukup narasi untuk negeri
solusi : bodohi rakyat, agar imbang. sama sama bodoh.
kendala : muncul barisan pemikir, penyusun narasi perubahan di kafe kafe.
solusi : tangkap mereka
kendala : pakai dalil apa
solusi : tangkap saja dulu. jika tetap rewel, bunuh saja.
dor.
gelap.
Bekasi, 11032018
Poetoe
Taman itu, dulu
suatu pagi, di kursi taman, duduk berdua. embun berkilat, tatap matamu pun berkilat. sesekali kerjap indah, undang senyap sesaat. dalam kesima ku kehilangan sadar.
aku bercerita panjang tentang angan, kau sibuk menatap sambil genggam tangan.
aku penuh mimpi berapi api ekspresikan ambisi, kau penuh empati senyum seolah lembut kecup kulum.
dan mentari malu malu, semburat sopan menyibakkan wajah kita, wajah cinta, wajah penuh cerita.
semangat itu seolah dunia kubawa serta kemana mana, padahal hanya kau dan segenap rasa ini yang sejatinya sesak penuh dalam dada, dalam aku.
mencintai sedemikian dahsyat, saat jiwa muda bergelora, menjadi serupa melodi bersinergi dengan tarian hati dan lukisan penuh warna warna fana. indahnya menembus batas apresiasiku. deg.
fragmen itu telah lalu.
dulu.
kini terkubur di deru debu
taman itu tak lagi indah, kering,
kerontangnya pun sendu.
Bekasi, 10032018
Poetoe
aku bercerita panjang tentang angan, kau sibuk menatap sambil genggam tangan.
aku penuh mimpi berapi api ekspresikan ambisi, kau penuh empati senyum seolah lembut kecup kulum.
dan mentari malu malu, semburat sopan menyibakkan wajah kita, wajah cinta, wajah penuh cerita.
semangat itu seolah dunia kubawa serta kemana mana, padahal hanya kau dan segenap rasa ini yang sejatinya sesak penuh dalam dada, dalam aku.
mencintai sedemikian dahsyat, saat jiwa muda bergelora, menjadi serupa melodi bersinergi dengan tarian hati dan lukisan penuh warna warna fana. indahnya menembus batas apresiasiku. deg.
fragmen itu telah lalu.
dulu.
kini terkubur di deru debu
taman itu tak lagi indah, kering,
kerontangnya pun sendu.
Bekasi, 10032018
Poetoe
senja manja
senja manja
bersandar pada tepi meja
dan kau senyum saja
lahirkan banyak bait puisi bersahaja
aku dan rasa sayang
kau paham kami saling silang
rasa tak bisa di satu cawan waktu tertuang
beda, memang lama beda seperti gelap dan terang
kau marah
aku lalu luluh mengalah
membunuh rasa itu pasrah
walau harus terluka parah
ah...
aku
malu.
Jelang bekasi, 09032018
Poetoe
bersandar pada tepi meja
dan kau senyum saja
lahirkan banyak bait puisi bersahaja
aku dan rasa sayang
kau paham kami saling silang
rasa tak bisa di satu cawan waktu tertuang
beda, memang lama beda seperti gelap dan terang
kau marah
aku lalu luluh mengalah
membunuh rasa itu pasrah
walau harus terluka parah
ah...
aku
malu.
Jelang bekasi, 09032018
Poetoe
Langganan:
Postingan (Atom)
Makasih mas Rahman Hakim telah memandu acara dengan asyik, juga kak Edmalia Rohmani dan mas Dhimas Wisnu Mahendra yang membedah buku Apakah ...
-
Mereka, para Shahabat Rosulillah itu membaca "Ayat-ayat Allah" dan juga sabda Rosulullah SAW, tidak sekedar sebagai "pesan...
-
"Jika benar kau pemerhati hal-hal sederhana, maka apa yang paling tercatat di mula pertemuan kita dulu?" Mungkin jawabannya adalah...
-
Buku MADILOG, Materialisme, Dialektika dan Logika adalah buku karya Tan Malaka yang kaya. Berisi banyak pengetahuan. Tak kebayang buku ini...