bergerak dalam irama
liuk liuk daun tertiup angin
melempar ujung mata seolah ujung cemeti
mengisi setiap birama dengan energi sepenuh hati
menangisku dalam rima
kesedihanku lebur dalam nada
langkah kaki hentak hentak bumi
gundah hati pun menepi
cerita yang usang
cinta yang purna
hanya sisa sisa
bagaimana bisa bertahan
menarilah dalam taburan detik yang berguguran
waktu tak terhenti, mengalir deras masa
bekas yang tersisa hanya genang kenangan
jejak yang tertinggal hanya air mata
Bekasi, 20/07/2019
Poetoe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar