waktu, aku, dan cinta
bergerak bersama, walau kadang berbeda arah
waktu bergerak terus maju;
hingga suatu saat hantarkan aku di stasiun kematian
aku mengendarai sang waktu,
kadang terlempar ke belakang oleh kenangan,
kadang terpental ke depan oleh impian...
dan cinta,
bergerak tidak linier
bahkan sering menembus batas hati
dan padamu, dik
cinta ini aku tautkan;
hingga boleh kau seret ia kemana kau suka
dalam kemasan sakinah, mawadah dan rahmah;
dalam ketenangan, gelora, namun juga kasih dan sayang....
hingga ke "Jannah" kelak, kita masih tetap bersama.
Amien....
karena kata adalah awal dunia; butuh ruang untuk memelihara "kata" sejak ada di "pikiran", "lisan", bahkan "tulisan".
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Makasih mas Rahman Hakim telah memandu acara dengan asyik, juga kak Edmalia Rohmani dan mas Dhimas Wisnu Mahendra yang membedah buku Apakah ...
-
"Jika benar kau pemerhati hal-hal sederhana, maka apa yang paling tercatat di mula pertemuan kita dulu?" Mungkin jawabannya adalah...
-
Helopeboy Kami tidak tahu dari mana bintang redup itu datang, tiba-tiba ia di hadapan kami kini; sepatu boot putih, rambut agak ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar