Rabu, 21 Agustus 2019

Pencarian

Hidup adalah pencarian yang tak henti-henti
Sejak mulai terjaga, lalu beranjak ke gunung-gunung batu
Gurun dan angin kering
Pasar dan hiruk pikuk dunia
Adalah mencari-cari
Adalah tanya-tanya
Adalah termenung dan picingkan mata hati

Hidup adalah pencarian yang seolah tak berujung
Sejak fajar terbit, dan lalu lintas bernyanyian
Waktu berdetak cepat, roda angkutan umum berderu merdu
Orang-orang lalu lalang
Tawar menawar dan jajakan nurani
Hampir-hampir semua mati
Sekaratnya keyakinan

Bukankah kita para pejalan malam yang sibuk mengembara mencari isi atas kekosongan hati?
Bukankah kita para pemimpi yang giat mengisi cerita dalam isi kepala sendiri, seolah nyata, seolah nyata?
Bukankah kita adalah barisan kesepian yang sepakat gaduh untuk mengisi sisa sisa napas kita sendiri?
Bukankah kita bangsa pejalan kaki yang tak pernah mengerti di langkah mana hidup ini akan berakhir?

Dan pada akhirnya kita akan tersadar, semua bermula dari sepi kan kembali sepi
Ruas garis panjang, dengan mula gelapnya rahim ibu, dan berakhir di gelapnya liang pemakaman
Akankah kita tersadar saat semua telah terlambat?


Bekasi, 23/08/2019
Poetoe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hai

siapa yang sanggup putuskan untuk jatuh cinta? atau untuk tidak jatuh cinta? bertahan dalam pijakan nalar, dengan mengulang-ulang terma logi...